Sabtu, 21 Februari 2026

REFLEKSI DIRI: DOSA-DOSA YANG SERING TAK DISADARI

Diakui atau tidah bahwa sesungguhnya dalam setiap Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, anggota tubuh kita berpotensi melakukan perbuatan dosa. Mulai dari tangan, kaki, mata, telinga, mulut, hingga hati.

Tangan bisa saja melakukan hal yang tidak diridhai, mengambil yang bukan haknya, atau menyakiti orang lain. Kaki dapat melangkah menuju tempat yang tidak baik. Mata bisa melihat sesuatu yang dilarang. Telinga dapat mendengar perkataan yang sia-sia atau mengandung keburukan. Mulut dapat berkata dusta, menyakiti, atau menggunjing. Bahkan hati pun bisa dipenuhi iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk.

Namun, di antara perbuatan dosa yang paling merugikan kita, tampaknya adalah dosa yang dilakukan oleh hati kita. Mengingat dosa yang dilakukan hati sendiri bersifat tersembunyi, sulit teridentifikasi dan obatnya sangat sulit untuk d jumpai.

Berkaitan dengan ini, setidaknya ada 4 dosa yang dapat dilakukan oleh hati:

Pertama : Riya saat beramal. Sebagaimana yang kita katahui bersama, riya sendiri adalah beramal karena ingin terlihat baik di mata orang lain. Sebagaimana dalam ayat Al-Qur'an: 

 فَمَن كَانَ يَرْجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

Artinya: “Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya,” (QS. Al-Kahfi:118).  

Dua : Sifat ujub, sifat ujub biasanya ditandai dengan sifat takabur, sombong, angkuh, dan menolak kebenaran yang biasanya ditandai dengan melihat diri lebih terhormat, lebih mulia, dan lebih agung dari orang lain, serta melihat orang lain lebih rendah dari kita.   

 

Rasulullah saw mengingatkan kita dalam sebuah haditsnya:

لا يَدْخُلُ ‌الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ  

Artinya, “Tidak akan masuk surga bagi seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari sifat takabur,” (HR. Muslim).

Tiga : Sifat hasud dan dengki. Hasud artinya sifat tidak suka terhadap nikmat yang ada pada orang lain, bahkan jika bisa nikmat itu hilang dari orang tersebut dan beralih kepada diri kita. Sementara sifat dengki adalah menyembunyikan kebencian dan permusuhan terhadap orang lain. Orang yang memiliki sifat-sifat ini selalu merasa berat hatinya jika orang lain mendapat kebaikan atau nikmat dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw mengingatkan perihal bahayanya sifat hasud.

  إِنَّ ‌الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Artinya: "Sesungguhnya sifat hasud dapat memakan kebaikan seperti halnya api memakan kayu bakar,” (HR. Abu Dawud).

Empat :  Merasa ragu kepada Allah dan putus asa terhadap rahmat-Nya. Padahal, selaku seorang mukmin, kita wajib memiliki ‘aqaidul iman dan keyakinan yang kuat terhadap Allah. sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ

Artinya: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Dzat yang mengampuni semua dosa,” (QS. Az Zumar: 53). 

 

Sifat ragu dan putus asa terhadap rahmat Allah, biasanya lahir sifat-sifat buruk lainnya seperti tidak sabar, tidak tawakal, menafikan takdir, bahkan sifat buruk sangka pada Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI DIRI: DOSA-DOSA YANG SERING TAK DISADARI

Diakui atau tidah bahwa sesungguhnya dalam setiap Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, anggota tubuh kita berpotensi ...