Kenapa
setelah kita melaksanakan puasa selama satu bulan penuh kita di wajibkan untuk
membayar zakat. Alasanya antara lain:
1. Pemerataan Kebahagiaan
di Hari Raya
Allah
swt menginginkan pada hari raya Idul Fitri ini umat Islam berbahagia secara
keseluruhan. Jangan sampai ada ada, baik kelompok maupun oknum umat Islam yang
tidak bergembira pada hari raya Idul Fitri.
2. Zakat Fitrah sebagai penyempurna
ibadah puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَرَضَ رَسُولُ اللهِ ﷺ
زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ الرَّفَثِ وَاللَّغْوِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ (إِلَى آخِرِهِ)
Artinya:
“Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai
pembersih bagi orang yang puasa dari segala ucapan tidak baik, dan perbuatan
sia-sia, dan sebagai makanan bagi orang miskin. (HR Abu Dawud)
Berdasarkan hadits tersebut, zakat fitrah bukan
sekadar kewajiban rutin tahunan, melainkan memiliki fungsi yang sangat mendalam,
diantarannya:
1. Pembersih
dari Ucapan Tidak Baik: Manusia tak luput dari lisan
yang tajam, ghibah (gosip), atau perkataan yang menyakiti orang lain saat
berpuasa. Zakat ini menjadi sarana permohonan ampun agar pahala puasa kita
kembali utuh dan sempurna.
2. Pembersih
dari Perbuatan Sia-Sia: Selama berpuasa, terkadang
kita masih melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti terlalu banyak
bermain ponsel tanpa tujuan atau membuang waktu. Zakat fitrah hadir untuk
"mencuci" kekurangan tersebut.
3. Memberi makanan
bagi Orang Miskin: Rasulullah SAW menegaskan fungsi
praktis zakat fitrah sebagai thu'matan lil masakin (memberi makan bagi
orang-orang miskin). Harapannya agar pada hari Idulfitri, tidak ada satu pun
umat Islam yang merasa sedih karena tidak memiliki makanan. Semua orang harus
merayakan kemenangan dengan perut yang kenyang dengan penuh kegembiraan.