Apa sih sebenarnya i’tikaf itu?" Sederhananya,
i’tikaf itu seperti kita sedang "bertamu dan menginap" di rumah Allah
(masjid). Kita tinggalkan sebentar urusan pasar, urusan kantor, urusan sawah,
bahkan urusan handphone kita, hanya untuk duduk diam dan mengobrol mesra dengan
Sang Pencipta.
Alasan kenapa kita harus beri’tikaf
Peluang Emas Lailatul Qadar: Ibaratnya kita sedang menunggu pembagian hadiah
besar. Kalau kita diam di dalam "tokonya" (masjid), kita pasti akan
kebagian saat hadiah itu dibagikan. Lailatul Qadar itu lebih baik dari 1.000
bulan. Bayangkan, diamnya kita di masjid dinilai pahala seperti ibadah 83 tahun
lebih!
Didoakan Malaikat Terus-menerus: Selama kita duduk di masjid dalam keadaan suci
(punya wudhu) dan menunggu waktu shalat, malaikat tidak berhenti mendoakan
kita: "Ya Allah, ampuni dia... Ya Allah, sayangi dia." Siapa yang
tidak mau didoakan oleh makhluk yang tidak pernah berdosa?
Cas (Recharge) Iman yang Bocor: Hati kita ini sering capek dan "karatan"
karena urusan dunia yang tidak ada habisnya. I’tikaf adalah waktu untuk mengecas
iman. Keluar dari masjid nanti, insya Allah hati kita jadi lebih adem, lebih
sabar, dan lebih tenang menghadapi masalah hidup.
Hal-hal yang dapat dilakukan saat beri’tikaf:
Banyak-banyak Istighfar: Minta maaf sama Allah atas dosa-dosa kita yang
lalu.
Membaca Al-Qur'an: Walaupun cuma beberapa ayat, baca dengan pelan dan
resapi artinya.
Berdoa Sejadi-jadinya: Curhatkan semua masalah kita kepada Allah. Allah
sangat senang mendengar curhatan hamba-Nya yang sedang beri’tikaf.
Kurangi Ngobrol: Kalau di masjid malah asyik ngobrol ngalor-ngidul sama teman, nanti
pahalanya berkurang. Fokuskan waktu ini hanya untuk Allah.