Minggu, 08 Maret 2026

SENI MENCINTAI SANG PENCIPTA: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

 

Dalam sebuah lirik lagu yang mungkin sering kita dengar :

"Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?

Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya?"

Dalam lirik lagu tersebut menyimpan sebuat pertanyaan yang menggelitik buat kita semua. Apakah ibadah kita selama ini murni karena kecintaan kita kepada Allah SWT, atau jangan-jangan karena ketakutan kita akan Nerakannya Allah SWT. Jika demikian berarti ibadah yang selama ini kita lakukan hanyalah sekadar transaksi dagang antara kita dengan Allah SWT.  Transaksi dagang yang dimaksud adalah, kita melakukan ibadah agar kita selamat dari siksa api neraka dan mendapat fasilitas nikmat yaitu surganya Allah SWT. Jika demikian berarti level ibadah kita baru sampai pada level ibadah transaksional.

Oleh sebab itu belajar dari lirik lagu tersebut, mari kita naikkan level ibadah kita dari level ibadah transaksional menjadi level ibadah mahabbah/cinta. Namun, di dalam Islam, mahabbah/cinta kepada Allah tidak bisa berdiri sendiri; ia harus dikawal oleh rasa takut dan rasa harap terhadap rahmat Allah SWT.  

Mungkin pertanyaannya adalah “Mengapa Cinta Membutuhkan Pengawal”?

Analoginya, Ibarat sebuah kendaraan, Mahabbah adalah mesinnya, Raja’ adalah bahan bakarnya, dan Khauf adalah remnya. Tanpa rem, kendaraan akan celaka; tanpa bahan bakar, kendaraan akan mogok; dan tanpa mesin, kendaraan tidak akan pernah bergerak.

Dengan Mahabbah/Cinta kita tidak akan merasa terpaksa dan berat hati saat akan melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Dengan Raja/Harapan kita tidak akan merasa putus asa terhadap Rahmat dan ampunan Allah SWT meskipun kita sadar bahwa kita adalah makhluk yang penuh dengan dosa.

Dengan Khauf/Rasa Takut kita akan akan merasa takut saat kita akan melakukan perbuatan maksiat kepada Allah SWT.

 "Kesimpulannya, Mahabbah/cinta menjadikan ibadah itu menjadi ringan, Raja' membuat optimisme tetap menyala, dan Khauf menjadi benteng dari kemaksiatan. Menyeimbangkan ketiganya adalah kunci utama untuk meraih ridha Allah SWT secara utuh dan konsisten."

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI MENCINTAI SANG PENCIPTA: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

  Dalam sebuah lirik lagu yang mungkin sering kita dengar : "Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya? ...